Sejarah Desa

26 Agustus 2016 15:38:09 Administrator

Konon Dulu kala Seorang ibu yang bernama Nyai Renggik yang notabene berasal dari daerah Tebayat Klaten Jawa tengah, mempunyai tiga orang Putra yang Pertama bernama RADEN DIPO LELONO(Bringinan), Putra Kedua RADEN DIPO KARYO (Jonggol) yang Ketiga Bernama RADEN DIPO JOYO (Ngumpul) memulai membuka penebangan untuk lahan perkampungan RADEN DIPO LELONObersama ibu Nda yakni Nyai REGGIK membuka penebangan di Sekitaran Pohon Klayu yang dekatnya terdapat pohon Ringin Besar dalam penebanganya dia Mengarah ke utara, pada kala itu banyak dijumpailah pohon yang besar besar diantaranya klayu, Ringin, Juwet, Asem dan Kedondong, tapi yang paling besar adalah pohon Beringin dan klayu.•

Berbulan bulan bahkan bertahun tahun untuk menyelesaikan penebanganya mereka selalu pulang untuk beristirahat di bawah pohon ringin yang besar tersebut, untuk mengingat agar batas wilayahnya selalu ingat pohon pohon yang besar yang dijumpai dalam penebanganya dia biarkan tetap ada dan masih berdiri, misal di ujung paling utara pohon Kedondong, Tengah pohon Asem, Pohon Juwet dan Dia memulai di Pohon Klayu hingga pada saat itu juga kalau mereka memerintah kerabatnya selalu menyebutkan di sekitar pohon tersebut. misalnya di utara mereka bilang di dondong di tengah dia selalu menyebut asem. Pohon tersebut sebagai tetenger agar mudah untuk menginggatnya.•

Dirasa sudah lama dia melakukan penebangan terasa sudah cukup, dengan angan angan dengan 7 jum atau hitungan sekarang 140 Hektar, Raden Dipo Lelono dan ibunda Nyai Renggik dan para kerabat menyudahi penabanganya, berapa hari kemudian semua kerabat dikumpulkan oleh RADEN DIPO LELONO Dirumah ibunda nyai Renggik di Klayu (Karena tempat istirahat nyai renggik di sekitar Klayu) setelah semua berkumpul dengan niatan memberi sebuah nama wilayahnya tersebut, Raden Dipo lelono mengusulkan dengan pertimbangan pada saat penebangan di jumpai Pohon pohon yang besar-besar dan Pohon yang paling besar sekali adalah Pohon ringin, untuk itu agar daerah ini dinamakan NGRINGINAN. hampir semua kerabat menyetujui tapi tak lama kemudian ibunda NYAI RENGGIK usul setuju tapi lebih diperjelas agar penyebutanya lebih mudah yakni BRINGINAN.nama wilayah sudah ada tapi blum ada yang di jadikan Pemimpin, semua tidak berkenan atau mau jadi Pemimpin.Akrirnya Nyai Renggik dan Raden DIPO LELONO membuat sayembara/Permintaan siapapun yang Bisa Menangkap Burung Perkutut warna putih yg selalu berkicau/Manggung diatas Pohon ringin dialah yang kuat menjadi Pemimpin Bringinan ini.•

Berapa hari bahkan bulan kemudian ada Salah satu Pemuda yang dari Mangkunegaran Solo Yakni R SOLESONO mencoba menangkap burung Perkutut Putih yang slalu Berkicau di atas pohon ringin Tersebut,R SOLESONO berhasil menangkap burung tersebut dan Menyerahkan pada Raden Dipo lelono/Nyai Renggik.akhrirnya R SOLESONO dinobatkan jadi Pemimpin/Palang di Bringinan dengan luas wilayah 7 Jum sekarang 140 Hektar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini. Gunakan bahasa yang santun dan komentar baru terbit setelah disetujui Admin.

CAPTCHA Image
[ Ganti Gambar ]
Isikan kode di gambar

Peta Desa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung